s

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Ratusan Siswa Serang Sekolah Telkom, Seorang Siswa Terluka

ratusan-siswa-serang-sekolah-telkom-seorang-siswa-terluka-Ohkeot7Q8U

MEDAN - SMK Telkom Sandhy Putra yang terletak di Jl Letjend Jamin Ginting, Simpang Selayang, memasuki jam sekolah mendadak heboh saat melihat konvoi anak - anak sekolah SMA 17 berseragam lengkap mendatangi mereka dengan jumlah sekira ratusan siswa, Jumat (14/11/2014).
Tak tau apa masalahnya, seluruh siswa SMK Telkom Sandy Putra ditantang berkelahi siswa SMA 17 tersebut. Dengan membawa balok mereka mencari mangsa, salah seorang korban, YD (16) dari SMK Telkom Sandhy Putra yang duduk di kelas X, menjadi salah satu korban amukan siswa SMA 17.
YD yang tak sempat menyelamatkan diri, menjadi bulan-bulanan siswa ratusan siswa SMA 17 hingga mengakibatkan dirinya mengalami luka lebam di bagian wajah dan sepeda motor pun rusak parah akibat serangan tersebut.
Pihak sekolah yang mengetahui aksi penyerangan tersebut, langsung datang ke SMA 17 untuk mempertanyakan masalah apa yang menyebabkan sekolah SMK Telkom Sandhy Putra di serang oleh murid-murid mereka.
"Kurang tau pasti sih, pokoknya mereka ramai sekali ratusan orang naik sepeda motor berseragam pramuka langsung menyerang kami yang mau pulang sekolah. Untung aja kami enggak kenapa-kenapa, tapi infonya ada seorang jadi korban bang mukanya bonyok-bonyok tapi sudah pulang. Penyebab pastinya kami enggak tahu bang, tapi kata mereka semalam siswa SMK Telkom Sandhy Putra mukuli rekan mereka," ungkap beberapa orang siswa SMK Telkom Sandhy Putra.
Waka Kesiswaan SMK Telkom, Yusuf langsung bertemu perwakilan SMA 17 dan membahas permasalah yang melibatkan dua sekolah tersebut.
"Kami tetap akan mempertemukan siswa SMA 17 dengan siswa SMK Telkom Sandhy Putra yang mereka maksud. Yang kemudiannya akan kita musyawarahkan agar tidak berkelanjutan lagi, jujur dari sekolah kami SMK Telkom Sandhy Putra tak berniat untuk memperpanjang masalah ini dan kami mau berdamai. Agar, siswa kita dapat belajar seperti biasa tanpa terganggu apabila ada ancaman - ancaman lain dari pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab mencoba untuk memprovokasi situasi seperti ini," terang Yusuf.



Sumber

Keputusan Mahfud Tolak Konvensi Tamparan Bagi Demokrat

Mahfud MD 
JAKARTA - Keputusan Mahfud MD untuk tidak ikut konvensi Partai Demokrat mendapat acungan jempol dari banyak kalangan. Pengamat politik, Heri Budianto menilai, keputusan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu sudah tepat.

"Alasan Mahfud saya kira sangat cerdas dan mempunyai visi ke depan. Sebab Mahfud sangat hati-hati terkait dengan aturan yang nanti akan diterapkan bagi pemenang konvensi," kata dia kepada Okezone, Kamis (29/8/2013).

Menurutnya, mundurnya Mahfud juga bisa jadi tamparan bagi Partai Demokrat dan Komite Konvensi yang belum mengeluarkan aturan tertulis terkait mekanisme pemenang konvensi seperti yang disampaikan Mahfud.

"Ini justru menunjukkan bahwa mekanisme konvensi masih menunjukkan beberapa kelemahan," ungkapnya.

Heri juga mengkritisi mekanisme Komite Konvensi dalam mencari calon presiden. "Seperti melakukan interview pekerjaan kepada para calon peserta konvensi," terangnya.

Sumber

Delapan Bayi Ini Lahir di Malam 1 Suro

Delapan Bayi Ini Lahir di Malam 1 Suro
 
PRINGSEWU -- Delapan bayi di Kabupaten Pringsewu lahirdi 1 Muharram atau 1 suro. Dua berjenis kelamin laki-laki dan enam berjenis kelamin perempuan.Lima bayi  lahir di Rumah Sakit Mitra Husada (RSMH) Pringsewu dan tiga lahir di Rumah Sakit Umum Pringsewu (RSUP). Direktur RSMH Pringsewu dr Niken Wijayanti mengatakan, kelima bayi yang lahir di RSMH itu melalui sesar.
Meskipun operasi, tambah Niken, persalinan itu bukan karena disengaja oleh orang tua bayi supaya lahir di moment satu suro. Sama halnya dengan dua bayi yang lahir sesar di RSUP.
"Bukan karena sengaja, supaya lahirnya pas di satu suro," tukas Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Sufri, Kamis (15/11/2012). Sementara satu bayi lainnya lahir secara normal di RSUP.
Menurut Sufri, kelahiran sesar yang dilakukan itu karena proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan, dan berisiko kepada komplikasi medis.

Sumber

Gara-gara Melongok Kepala Bocah Perempuan Terjepit Eskalator


Gara-gara Melongok Kepala Bocah Perempuan Terjepit Eskalator
bbc
ilustrasi
JAKARTA - Seorang bocah terjepit kepalanya saat tengah menaiki eskalator di ITC Kuningan, Kamis (15/11/2012).
Menurut keterangan saksi, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 sore tadi. Saat itu, bocah perempuan yang tidak diketahui namanya itu tengah naik dari lantai dasar ITC ke lantai atas.
Saat naik, korban terus melongok ke arah bawah sambil menjulurkan kepalanya sehingga tak sadar bahwa di atas kepalanya ada tembok lantai yang ada di atas. Tak ayal kepala korban terjepit diantara pegangan eskalator dan tembok lantai.
"Yang kena jepit bagian lehernya, lehernya berdarah tadi," terang Umi seorang saksi di lokasi kejadian.
Menurut Umi, korban adalah warga sekitar yang memang sering bermain ke ITC Kuningan. Pada saat kejadian juga korban datang sendiri tanpa ditemani orangtuanya.
Korban kemudian dibawa ke ruang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di bagian basement ITC. Pihak ITC sendiri saat dimintai keterangan menolak memberikan informasi, petugas keamanan ITC bahkan cenderung menutup-nutupi kejadian tersebut saat wartawan berusaha mengambil gambar.
Korban kemudian dibawa keluar dari ruang P3K dan dibawa dengan menggunakan mobil Kijang Kapsul berwarna merah marun dengan pengamanan ketat dari petugas keamanan.

Sumber

Andi Mallarangeng Terancam Direshuffle

Andi Mallarangeng
Andi Mallarangeng
JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul yakin bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengambil sikap tegas terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi pembangunan Sport Centre Hambalang. Andi Dikabarkan terancam direshuffle dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II

Kata Ruhut, pemberitaan terkait keterlibatan Menteri Andi dalam penyalahgunaan anggaran pembangunan proyek tersebut secara tidak langsung juga akan menghambat kinerja pemerintahan SBY dan mencederai citra Partai Demokrat di mata masyarakat.

"Setelah ada alat bukti pasti dicopot dari menteri. Sebagai apapun. Termasuk sebagai Sekretaris Dewan Pembina," kata Ruhut kepada Okezone di Jakarta, Rabu (7/11/2012) malam.

Anggota Komisi Hukum DPR ini lantas mempertanyakan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sampai saat ini juga masih belum memiliki sikap tegas, seperti menemukan dua alat bukti atas keterlibatan Andi dalam proyek tersebut."Belum ada alat bukti, katanya KPK. Demikian banyak alat bukti, masak cari dua alat bukti saja enggak bisa," tanya Ruhut.

Ruhut mengaku jika selama ini, kasus yang membelit Andi serta Ketusa Umum Anas Urbaningrum tersebut sangat menjadi beban tersendiri bagi partainya. "Dua kader kami ini  (Anas dan Andi) tolonglah jangan memberi beban kepada Pak SBY. Banyak tugas-tugas berat yang dilakukan oleh Pak SBY sebagai negarawan," sambungnya.

Oleh sebab itu, untuk yang kesekian kalinya Ruhut kembali menyarankan agar kedua tokoh partai tersebut dengan ikhlas mengundurkan diri. hal ini dinilai bisa mengurangi beban moral yang selama ini diemban Partai Demokrat.

"Bukan kita tak menghormati praduga tak bersalah. Tapi kaitan dengan tokoh parpol yang saya takutkan sanksi sosial bukan sanksi hukum. Karena itu nama yang disebut dengan legowo mundur. Kalau mau kebakar, kebakar saja sendiri, jangan ajak Partai Demokrat," tegasnya.

Sumber

KPK Didesak Selesaikan Kasus Mega Korupsi

Dua pimpinan KPK (foto: Heru)
Dua pimpinan KPK
JAKARTA - Puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban Musuh Koruptor (Pamor) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupis. Mereka menuntut lembaga pimpinan Abraham Samad ini menyelesaikan kasus 'mega' korupsi seperti Century, Hambalang, Simulator SIM dan rekening gendut pejabat negara.

Mereka membentangkan sebuah kain putih sepanjang 120 meter yang berisi tanda tangan rakyat Jawa Barat mendukung pemberantasan korupsi.

Menurut Ketua Pamor, Memet A. Hakim, KPK harus tetap proporsional dan profesional dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk upaya yang dinilai mengalihkan perhatian kinerja KPK.

"Seperti penyidikan atas kasus Novel Baswedan dan gugatan praperadilan menyangkut penggeledahan kasus Simulator SIM," kata dia di depan gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2012).

Kata dia, KPK juga harus lebih konsentrasi. Perhatian KPK jangan berpaling dari penuntasan kasus bailout Bank Century, Hambalang, Simulator SIM dan rekening gendut milik pejabat negara hanya karena hal-hal yang tidak penting.

"KPK harus memberikan perhatian yang lebih khusus terhadap kasus korupsi di daerah. Untuk itu disarankan agar dibentuk divisi khusus penanganan korupsi di daerah yang tetap berkedudukan di pusat," terangnya.

Menurutnya, KPK harus lebih berani dan tegas mengoptimalkan kewenangan yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang. "Dengan demikian, KPK membantu mengangkat citra dan kepercayaan masyarkat terhadap lembaga penegak hukum lain," tambahnya.

Sumber

Rahasia Kekuatan Jokowi Sanggup Keliling Jakarta Setiap Hari


Sepekan lebih sejak dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, aktivitas Joko Widodo selalu padat. Setiap hari, mantan wali kota Solo itu selalu keliling Jakarta. Dalam satu hari, pagi dia bisa di Jakarta Timur, tetapi siang atau sore bisa ke Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Namun toh, Jokowi tetap sehat dan ceria. Apa rahasianya? Berkali-kali Jokowi mengatakan bahwa dia selalu minum jamu. "Sudah delapan tahun ini saya rutin minum jamu," kata Jokowi belum lama ini.

Jokowi mengungkapkan, ramuan jamu yang wajib diminumnya adalah perpaduan temu lawak dan madu. Namun, di balik itu semua, Jokowi mengatakan, kesehatan itu berasal dari dalam diri sendiri. "Jangan mengeluh kalau sakit," ujarnya sambil tersenyum.

Selain minum jamu, Jokowi juga mengaku tidak melewatkan makan. Saking sibuknya, Jokowimengaku tak sempat sarapan di rumah. Karena apa, dia tak ingin kalah cepat dengan anak buahnya.

"Ini nanti sarapan di mobil saja," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/10) lalu.

Jokowi tak ingin menu yang berat-berat untuk sarapan. Dia memilih makanan ringan tapi tetap mengenyangkan. "Makan roti sama buah," ujarnya sambil tertawa.

Tak ayal, kebiasaan Jokowi gemar meninjau wilayah ketimbang menghabiskan waktu di kantor mendatangkan simpati banyak pihak. Tetapi, beberapa bawahan Jokowi mengaku kelelahan ketika harus selalu menemani pemimpin Jakarta itu

"Ya ada (rasa capek), manusiawi, pastilah. Tapi kita tetap mendampingi bapak (Jokowi)," kata Kepala Bidang Informasi Publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Eko Hariadi.

Benarkah, Lagu Indonesia Raya Bakal Direvisi?


Jakarta, Lirik lagu Indonesia Raya dianggap sudah tak lagi kontekstual dengan kondisi sekarang. Sejumlah tokoh mengusulkan lirik lagu Indonesia Raya direvisi.

"Perlu direvisi lirik lagu Indonesia Raya," kata Ketua Lembaga Musik Indonesia, Didied Maheswara kepada wartawan, Kamis (25/10), di Jakarta.

Didied mengatakan, bait 'di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku', bersifat multitafsir. Menurut Didied lirik tersebut memberi kesan seolah-olah seperti memandu orang meninggal. Alhasil lirik menjadi kurang bermakna. "Walaupun memandu yang dimaksud untuk ibu pertiwi," ujarnya

Usul revisi lagu Indonesia Raya bukan hal baru. Pada masa Soeharto dan Habibie usul pernah disampaikan, namun tak mendapat tanggapan. Didied menjelaskan lirik atau syair lagu memiliki kekuatan mempengaruhi pendengar.

Menyambut momentum peringatan Sumpah Pemuda ke 84, dia mengusulkan, "Lirik disanalah aku berdiri, mesti disesuaikan liriknya jadi dengan tegak aku berdiri menjadi pandu bangsaku," kata Sekjen Dewan Musik Indonesia itu.

Sumber

Orang yang Ubah Lagu Indonesia Raya tak Takut di Tangkap




Ketua Umum Lembaga Muslim Indonesia Eddy Herwani Didied Mahaswara mengusulkan syair lagu Indonesia Raya diubah. Eddy mengaku tak takut ditangkap atau dipermasalahkan secara hukum terkait usulannya ini.

"Saya tidak pernah memikirkan itu. Setelah ini saya akan usulkan ini ke Presiden. Saya juga sudah usul ke MPR, semoga bisa dibahas," kata Eddy di Museum Sumpah Pemuda, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).

"Ini tidak ada hubungannya dengan nasionalis atau tidak. Ini masalah tafsir. Perkara diterima atau tidak itu urusan belakangan," tambahnya.

Eddy dan Cilay ensable membawakan lagu Indonesia Raya yang diubah di museum. Dia mengganti beberapa teks di lagu tersebut.

"Indonesia Raya, tanah airku tanah tumpah darahku. Dengan sigap aku bersiap, untuk membela negriku..."

Seharusnya kata 'Dengan sigap aku bersiap, untuk membela negriku' berbunyi 'di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku'

"Di sanalah aku berdiri itu seperti berdiri di awang-awang. Tidak sesuai dengan konteks sekarang. Dulu kata-kata itu disamarkan untuk mengelabui polisi Belanda. Tapi kini setelah merdeka untuk apa disamarkan lagi," katanya.

Ini Tanggapan KPK Soal Gugatan Korlantas Polri

Foto: Okezone
JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan gugatan secara praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut dilakukan lantaran penyitaan barang bukti oleh lembaga antikorupsi tersebut diklaim tidak berkaitan dengan kasus Simulator SIM yang kini ditangani Abraham Samad Cs. Terkait hal itu KPK membenarkan.

"Jadi yang menggugat secara praperadilan sama perdata ya. Jadi ada gugatan perdatanya itu Korlantas Polri, kita dianggap bahwa yang kita sita itu dokumen-dokumen yang tidak terkait dengan kasus yang sedang disidik oleh penyidik KPK," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/10/2012).

Menurut Johan, gugatan yang dilayangkan Polri sebenarnya sejak September lalu. Jauh sebelum ada pertemuan antara Kapolri dengan Ketua KPK yang dilanjutkan dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
"Makanya, ini pengajuannya September. Namanya pengajuan kan, didaftarkan dulu. Prosesnya kan perlu waktu lah. Nah, yang ingin saya sampaikan bahwa gugatan ini dilakukan sebelum ada pertemuan Ketua KPK dan Kapolri. Sehingga ini mungkin tidak masuk dalam agenda," papar mantan wartawan itu.

Terhadap gugatan ini yang ternyata sampai hari ini masih berlanjut, diakui Johan tentu KPK akan siap menghadapi gugatan itu. "Kita sudah menunjuk biro hukum untuk melakukan klarifikasi-klarifikasi atau melakukan persidangan nantinya di proses persidangan," sambungnya.

Johan menambahkan, ini tentu haknya Polri untuk melakukan gugatan apabila apa yang dilakukan oleh penegak hukum, dalam hal ini KPK yang dianggap kurang tepat. "Kami berharap juga nanti misalnya dari sisi yuridis tentu ini hakim yang bisa memutuskan, apakah yang dilakukan oleh KPK itu tepat atau tidak, nanti kita tunggu proses itu," tegasnya.

Sampai saat ini, sambung Johan, antara KPK dan Polri sedang ada proses pembicaraan atau diskusi tim teknis yang berkaitan dengan penanganan kasus Simulator. Tentu ada kaitannya nantinya dengan gugatan ini dan hal itu juga akan dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Saya tadi bertanya ke Deputi Penindakan bahwa pekan depan ini sudah akan ada pertemuan-pertemuan degan tim teknis simulator. Memang tidak terkait secara langsung, tetapi pertemuan ini tentu ada dampaknya terhadap gugatan yang dilakukan oleh Korlantas (Polri) nantinya di proses peradilan," simpulnya.

Sumber

Pria yang Bawa Senjata Api di Istiqlal Asal Tegal



Pria yang Bawa Senjata Api di Istiqlal Asal Tegal
 JAKARTA - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) mengamankan seorang warga yang diduga membawa senjata api rakitan, saat akan memasuki Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2012).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, warga asal Tegal, Jawa Tengah, diketahui membawa senjata api rakitan saat melewati penjagaan Paspamres dan metal detector, di salah satu pintu masuk Masjid Istiqlal.
Kejadian terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Warga yang mengenakan baju koko warna putih lengan panjang, langsung diamankan Paspamres dan diserahkan kepada polisi untuk diperiksa.
Hingga kini, wartawan masih belum mengetahui nama dan motif warga tersebut membawa senjata api rakitan. Wartawan pun masih belum mengetahui warga tersebut diamankan di mana.
Usai kejadian, pengamanan di pintu-pintu masuk tampak ditingkatkan dan diperketat. Baik jamaah yang akan menjalankan ibadah Salat Idul Adha dan wartawan, mengalami pemeriksaan yang lebih ketat.
Sejumlah jamaah pun tampak sedikit menggerutu karena diperketatnya pengamanan.
"Kenapa kok ribet amat pemeriksaannya," keluh seorang ibu di antara antrean jamaah yang hendak masuk ke Masjid Istiqlal.
Kejadian ini terjadi sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan tiba di Istiqlal. Rombongan Presiden tiba sekitar pukul 06.45 WIB.

Sumber

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Kebun Sawit

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Kebun Sawit
 SUBULUSSALAM – Sesosok mayat wanita ditemukan membusuk di lahan perkebunan kelapa sawit milik Nasruddin (48), warga Desa Suro Baru, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (20/10/2012). Korban yang dikenali bernama Risma Kristiana (20), beralamat di Jalan T Nyak Adam Kamil, Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dengan posisi tengkurap dan telah membusuk sekitar 50 meter dari jalan Subulussalam-Singkil.
Kapolsek Suro, Ipda Asmadi AM, mengatakan, mayat tersebut ditemukan oleh pemilik kebun bernama Nasruddin sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
Polisi pun menyebarkan informasi terkait penemuan mayat dan meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor.
Pasalnya, pada pekan lalu dikabarkan adanya seorang gadis asal Kota Subulussalam yang hilang saat jalan-jalan malam bersama rekan prianya.
Tim identifikasi, menurut Asmadi sudah bekerja mengidentifikasi identitas korban. Sementara, keterangan pihak keluarga yang datang ke lokasi mengakui jika mayat yang telah membusuk tersebut adalah Risma yang dilaporkan hilang beberapa hari lalu.
Polisi bersama Tim Search and Rescue (SAR) dan warga mengevakuasi jenazah tersebut ke Puskesmas Penanggalan untuk divisum.
”Kesimpulan sementara mayat yang ditemukan merupakan korban pembunuhan, hal ini atas keterangan dari keluarganya yang kami mintai tolong untuk mengenali identitas jenazah,” terang Asmadi.

Sumber

Jokowi: Pak Bibit Senior, ya Saya Cium Tangan


Jokowi: Pak Bibit Senior, ya Saya Cium Tangan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat mencium tangan Bibit Waluyo, Gubernur Jateng 
 
 
SOLO - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sungkem atau cium tangannya kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo merupakan bentuk penghormatan junior kepada seniornya. Menurutnya, Bibit dipandang lebih senior ketimbang dirinya dalam segala hal.
Semula, Jokowi enggan menanggapi pertanyaan wartawan mengapa ia mencium tangan Bibit. Setelah didesak, akhirnya Jokowi mengungkapkan bahwa cium tangan yang ia lakukan kepada Bibit adalah sebagai bentuk penghargaan dari yang muda kepada yang lebih senior.
"Ini masalah senioritas. Harus seperti itu dari yang muda kepada yang senior. Beliau kan senior segala-galanya dari saya. Dari sisi usia, lebih dulu jadi gubernur, dan pengalamannya lebih senior," kata Jokowi seusai acara pelantikan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Solo di gedung DPRD Kota Solo, Jumat (19/10/2012).
Sementara itu, Bibit langsung meninggalkan gedung DPRD seusai menghadiri pelantikan. Ia dikabarkan hendak menghadiri sebuah acara di Kabupaten Boyolali.
Akan tetapi, Ny Sri Bibit Waluyo masih menghadiri acara pelantikan Ny Endang Hadi Rudyatmo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo menggantikan Ny Iriana Joko Widodo yang mendampingi suaminya di Jakarta.
Sebelumnya, Jokowi tampak mencium tangan Bibit sambil membungkuk saat keduanya bertemu di kompleks DPRD Kota Solo sebelum mengikuti acara pelantikan Hadi Rudyatmo.
Seperti yang sempat diberitakan, ketegangan sempat terjadi antara Jokowi dan Bibit Waluyo, terkait polemik pembangunan mall di Solo dengan menempati salah satu bangunan kuno Pabrik Es Saripetojo. Saat itu, terlontar pernyataan dari Bibit yang mengatakan Jokowi sebagai seorang yang bodoh.
Kala itu, Jokowi yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, menentang pembangunan mall di Kota Solo. Apalagi merubah bangunan bersejarah seperti Pabrik Es Saripetojo. Perang dingin antara kedua tokoh tersebut terjadi pada tahun 2011.

Sumber

Ternyata Mobil Dinas Jokowi Masih Milik Rental

Foto: (dok okezone)
Foto:
JAKARTA - Mobil Kijang Innova B 1123 RFR yang dipakai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling ke kampung-kampung di Jakarta, ternyata masih berstatus milik perusahaan persewaan (rental).

Mobil ini sudah dipakai sejak masa kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012.

"Kijang aja saya masih rental sejak kampanye," kata Jokowi, kepada wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Jokowi menuturkan, dia sudah meminta mobil yang sama kepada Biro Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, namun nopol mobil tersebut hingga kini belum turun.

"Yang saya belum disiapin. Saya udah minta Kijang dari dalem tapi belum dikasih," imbuhnya.

Menanggapi mobil dinas Gubernur DKI Jakarta berupa Land Cruiser, Jokowi mengatakan, dirinya tidak pernah meminta mobil semewah itu. Pasalnya, dia lebih nyaman menggunakan mobil Innova.

"Saya lebih nyaman pake Kijang saja. Land cruiser biar taro garasi saja," tandasnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan, kalau di Jakarta ada mobil Esemka, dia akan memilih mobil tersebut. "Ya saya prioritaskan Esemka," pungkasnya.

Sumber

Mahasiswa Ini Bikin Aplikasi Lacak Korupsi via SMS

situs-berita-terbaru.blogspot.com - Mahasiswa Ini Bikin Aplikasi Lacak Korupsi via SMS

Ke depan, tindakan korupsi di pemerintahan bisa diketahui hanya dengan pesan singkat (SMS). Itu setelah Mohammad Faid (22), yang menjadi bintang dalam wisuda Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, berhasil menciptakan aplikasi SMS Gateway.

Aplikasi tersebut diciptakan dengan program Phyton dengan Windows XP atau Windows Seven dan sementara ini digunakan pesantren, untuk memantau para santri.

Melalui perangkat modem, aplikasi itu bisa mengirim SMS secara otomatis kepada wali santri tentang perilaku anaknya selama di pesantren, dengan dibantu petugas operator yang memasukkan data.

"Misalnya, si santri sedang ke luar pesantren tanpa izin, maka aplikasi itu secara otomatis mengirim SMS kepada walisantri bahwa anaknya melanggar peraturan pesantren. Aplikasi ini bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih besar sesuai kebutuhan," ujar Mohammad Faid, yang mengalami kekurangan pada dua kakinya.

Ketua Ikatan Alumni STT Nurul Jadid yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo, Abdul Aziz berencana menarik aplikasi itu ke dalam pemerintahan. Dengan SMS Gateway, institusi pengawas atau lembaga yang berwenang mengawasi penggunaan APBD, seperti BPK, polisi, jaksa, dewan, LSM dan wartawan. Mereka bisa leluasa mengontrol dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

"Aplikasinya juga mudah, karena tinggal mengoneksi semua data dengan data database, lalu dikoneksikan ke modem. Aplikasi itu akan langsung melaporkan pengeluaran APBD. Bila terjadi penyimpangan, maka SMS langsung terkirim. Jadi, tindakan korupsi sekecil apapun bisa dilacak hanya dengan SMS. Nota dinas keuangan juga menjadi bahan untuk mendukung SMS Gateway," bebernya.

sumber

SBY Tugaskan Menteri Bantu Jokowi

SBY Tugaskan Menteri Bantu Jokowi

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menugaskan menteri terkait untuk membantu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mewujudkan ibukota yang bersih, tertib dan indah.
"Dan apa yang dilakukan Gubernur Jokowi kemarin yang turun langsung ke daerah-daerah di Jakarta, beliau (Presiden) mendukung pak Jokowi agar Jakarta menjadi kota yang bersih dan indah," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, kepada pers, Rabu (17/10/2012).
SBY dan Jokowi siang tadi bertemu dalam acara Pameran Dagang Indonesia atau Trade Expo Indonesia ke-27 dan penyerahan Penghargaan Primaniyarta Tahun 2012 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
"Saat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Kemayoran, Bapak Presiden berpesan bahwa beliau ingin agar Jakarta menjadi lebih bersih," kata Julian.

Pertama Diperiksa, KPK Berharap Tersangka Korupsi Hambalang Hadir

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Ilustrasi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tersangka korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat, Deddy Kusnidar, bersedia memenuhi panggilan penyidik. Anak buah Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, itu hari ini dijadwalkan akan diperiksa terkait dugaan korupsi pada proyek senilai Rp2,5 miliar tersebut.

"KPK berharap Deddy Kusnidar hadir memenuhi panggilan," kata juru bicara KPK, Johan Budi, saat dihubungi, Senin (15/10/2012).

Deddy Kusnidar merupakan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpora. Di Hambalang, dia bertindak sebagai panitia lelang proyek. KPK menduga Deddy Kusnidar telah menyalahgunakan kewenangan dalam melakukan lelang proyek Hambalang hingga dinilai merugikan keuangan negara.

Jika memenuhi panggilan, ini menjadi pemeriksaan perdana Deddy sejak ditetapkan sebagai tersangka korupsi Hambalang pada 17 Agustus 2012. Dia dijerat KPK karena melanggar pasal 2 ayat 1 pasal 3 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-undang Pidana.

Pengamat politik dari Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardie, menilai Deddy Kusnidar mengetahui peta korupsi dari proyek Hambalang. Namun, Adhie menyebut Deddy berposisi hanya sebagai operator lapangan.

"Tapi secanggih-canggihnya Deddy Kusnidar, dia hanya operator lapangan yang tidak akan ke mana-mana tanpa perintah bosnya, Andi Mallarangeng," terang Adhie dalam pesan singkat kepada Okezone, Senin (15/10/2012).

Dalam korupsi Hambalang, Adhie menilai keterangan Deddy Kusnidar sebenarnya tidak penting-penting amat. Sebab, menurut Adhie, sebagai kuasa pengguna anggaran, fakta keterlibatan Menteri Andi Mallarangeng sudah begitu kentara di sana.

"Fakta keterlibatan Andi sudah sangat nyata. Dia penggunan dan penanggungjawab anggaran Hambalang. Negara sudah mengeluarkan lebih dari Rp 700 miliar, tapi ratusan miliar lainnya raib tanpa jejak," kata mantan juru bicara kepresidenan era Gus Dur tersebut.

Menurut Adhie, sumber masalah justru ada pada KPK sendiri. Adhie menilai mangkraknya pengusutan kasus Hambalang karena KPK terkesan tidak berani menyidik keterlibatan Andi Mallarangeng. "KPK harus mulai men-tersangkakan (pihak yang terlibat Hambalang mulai) dari menteri. jadi tinggal keberanian KPK mencokok menteri yang terlibat," terangnya.

Kasus Hambalang muncul ke permukaan pertama kali akibat nyanyian terpidana suap Wisma Atlet Sea Games, Muhammad Nazaruddin. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut ada kejanggalan Rp 1,5 triliun di proyek pembangunan Hambalang.

Sejak Agustus 2011, KPK mulai menggelar penyelidikan kasus Hambalang. Sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan istrinya, Atthiyah Laila sudah dimintai keterangan. Menpora Andi Mallarangeng sebelumnya juga sempat diperiksa.

Sumber

Inilah Cita-Cita Gus Dur Sebelum Wafat

Alm. KH Abdurrahman Wahid (okezone)
Alm. KH Abdurrahman Wahid
JAKARTA - Putri almarhum Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid Yenni Wahid mengaku banyak kenangan yang ditinggalkan ayahandanya selama masih hidup. Salah satunya yaitu soal  cita-cita Gus Dur, sapaan akrab Abdurrahman Wahid yang sederhana.

"Kenang-kenangan, Gusdur banyak dimensinya, beliau banyak ranahnya, aktifis demokrasi tokoh budaya, kemanusiaan dan juga tokoh politik, tetapi sesungguhnya cita-cita beliau sangat sederhana," ujarnya saat memberikan testimoni ayahandanya dalam acara peringatan 1000 hari Gus Dur yang digelar di rumah Ketua Ikatan Sarjana NU, Ali Masykur Musa, Condet, Jakarta Timur, Senin (9/10/2012).

Cita-cita Gus Dur, kata Yenni,  yang diceritakan pada keluarga sebelum wafat, yaitu dimakamnya tertulis seorang pejuang kemanusiaan.

"Bukan sebagai Presiden, ulama besar, tetapi seorang yang memperjuangkan masyarakat banyak," terangnya.

Yenni menilai, cita-cita serupa yang dimiliki ayahnya tersebut, mungkin hanya bisa dihitung jari di dunia ini. "Mungkin ingin menjadi presiden, menjadi ulama besar. Mungkin hanya dihitung jari orang yang bercita-cita menjadi pejuang kemanusiaan seperti bapak," katanya.

Yenni berharap, apa yang telah dilakukan Gus Dur dimasa hidupnya, dapat menjadi inspirasi seluruh masyarakat dalam membangun negeri ini.

"Karena beliau cita-citanya luar biasa. Dari keluarga yang bisa kami bagikan kepada hadirin sekalian. Ditengah gersangnya kepemimpinan yang inspirasi, kenangan Gus Dur bisa kita jadikan inspirasi untuk membangun indonesia menjadi yang lebih baik," pungkasnya.

Sumber

Polri Evaluasi Kelanjutan Pengusutan Kasus Novel

Jakarta Menyusul pidato presiden SBY terkait kasus Kompol Novel Baswedan agar tidak diselesaikan saat ini, Polri masih melakukan evaluasi dan pendalaman. Polri menilai siapapun harus tunduk pada aturan hukum.

"Siapapun harus tunduk terhadap hukum yang berlaku kalau kita anggap waktunya tidak tepat kita evaluasi. Mabes Polri punya kewenangan melakukan kira-kira waktunya yang tepat kapan, perlu dirumuskan dulu waktu yang tepat itu," kata Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Sutarman kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Soal tudingan bahwa Polri sengaja menggali kasus lama Novel untuk menghambat KPK, Sutarman membantah. Menurutnya, banyak kasus lama yang belum diselesaikan.

"Kasus yg semacam itu banyak dan kita terus terang saja kita hanya bisa selesaikan kasus yg dilaporkan masyarakat terhadap Polri itu nggak sampai 60 persen, 58 koma berapa. Sisanya nggak mampu. Kita kan memang bukan ksatria baja hitam sehingga kasus yang dilaporkan masyarakat seolah bisa kita selesaikan. Rata-rata per tahun 50 sekian persenlah," jelas Sutarman.

Oleh karenanya, Polri menilai masih perlu dilakukan evaluasi, jika akan ditunda maka perlu waktu kapan pemeriksaan itu dilakukan kembali.

"Kemarin kan (mengatakan) bahwa Kapolri akan mengevaluasi di waktu yang tepat, nanti kita akan putuskan bersama," tuturnya.

Baleg Tak Perlu Rumuskan Ulang Revisi UU KPK

Priyo Budi Santoso (Foto: Dok. Okezone)
Priyo Budi Santoso
JAKARTA - Wakil Ketua DPR yang membidangi politik, hukum, dan keamanan, Priyo Budi Santoso, tidak sepakat jika Badan Legislasi (Baleg) melakukan perumusan ulang terkait usulan untuk melakukan revisi Undang-Undang (UU) nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Priyo, untuk saat ini sangat tidak tepat jika hal itu dilakukan. Sebab, dikhawatirkan akan semakin memperkeruh suasana, serta mengandung unsur politis yang sangat kuat.

"Tidak perlu dirumuskan ulang oleh Baleg. Kondisi sekarang bukan timing-nya. Aspek politik mungkin seringkali lebih kuat dalam proses pembahasan RUU," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Menurut Priyo, polemik revisi UU KPK ini muncul karena disebabkan oleh kesalahpahaman yang terjadi antara pihak-pihak terkait yang seolah menjadikan DPR sebagai pihak yang bersalah. Sebab, draf itu sendiri pada dasarnya masih berupa bahan mentah.

"Baleg dan Komisi III tidak salah. Komisi III DPR tidak perlu mempersulit prosedur. Semua yang penting sudah satu bahasa untuk membuktikan proses revisi, karena sudah terjadi kesalahpahaman yang meluas dan tidak produktif karena cenderung menyalahkan DPR," paparnya.

Kemudian, jika memang Komisi III telah menyatakan siap untuk menghentikan tindak lanjut dari usulan itu, Priyo berharap Baleg mampu menunjukan sikap yang diharapkan berpihak pada suara rakyat yang juga mendukung dibatalkanya usulan tersebut.

"Kalau semua sepakat akan dihentikan, kita cari prosedur yang paling tepat dan tidak berbelit-belit. Baleg segera ditugaskan untuk menyelenggarakan rapat dengan pemerintah melalui Kemenkum HAM. DPR diwakiliki Baleg, Presiden diwakili Menkum HAM, keduanya mencari solusi," terangnya.

Selain itu, politikus Partai Golkar ini juga menawarkan opsi lain. Yakni dengan menangguhkan draf usulan revisi UU KPK tersebut. Jika dibiarkan, lama-kelamaan draf tersebut tidak akan memiliki kekuatan untuk dilakukan pembahasan.

"Opsi lain yang lebih cepat endapkan saja. Tidak usah dibahas sama sekali. Tidak perlu saling sengketa. RUU KPK sudah kehilangan daya," tutup Priyo.

Sumber